Sabtu, 18 Juni 2011

Puisi: Jalan Salib

http://www.keluargakudus.org/about-us/48-karya-umat/166-jalan-salib-valerian-is.html

Jalan salib - Valerian I.S. Print E-mail
Written by komsos   
Monday, 13 June 2011 10:43
Puisi: Jalan Salib

Jalan Salib
Karya: Valerian I.S.

Malam itu…
Sungguh sunyi dan mencekam


Serigala pun pergi melonglong
Mengingatkanku pada sebuah kisah abadi
Sebuah ironi
Derita yang ditanggung seorang Anak Manusia
Yang hidup sepanjang zaman
Dan takkan pernah mati
Kalian tahu siapa Dia?
Ialah Yesus Kristus
Seorang anak dari Nazaret
Juru Selamat kita

Malam itu Ia berlutut
Sesudah Ia menjamu murid murid-Nya
Memecahmecahkan roti
Berikan anggur
Menjadikan sebagai tubuh dan darah-Nya
Berdoa sambil merintih
Di atas Taman Getsemani
Meneteskan air mata
Bercucuran keringat bercampur darah
Mengapa Ia begitu sedih?
Mengapa Ia harus pergi malam-malam?
Hanya untuk berdoa
Sekarang aku tahu sebabnya
Ia tahu maut akan menjemput-Nya

Dibawa-Nya ke hadapan Pontius Pilatus
Dengan kebijaksanaannya
Sang Kaisar tak temukan kesalahan pada diri-Nya
Kaisar pun cuci tangan
Yesus disalibkan
Ia dihukum
Tetapi tak bersalah
Kata-kata pembelaan tak terucap dari mulut-Nya
Ia dicambuk
Ditelanjangi
Diludahi
Seakan tak menjadi manusia lagi

Sesampainya di Golgota
Kaki tangan-Nya dipaku
Pakaian-Nya diundi
Martabat-Nya direndahkan
Dari salib Ia melihat
Lautan manusia yang kejam
Berapakah yang taat?
Petrus pun menyangkal-Nya
Yiga kali hingga ayam berkokok
Bersama dua orang lainnya
Ia disalibkan
Terlihat bilur-bilur luka-Nya
Darah-Nya menetes ke tanah
Sebelum Ia menghadap ajal-Nya
Ia berteriak kepada Bapa-Nya
“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu, kuserahkan nyawa-Ku”
Ia menutup mata-Nya
Langit mendung
Tabir Allah terbelah dua
Tangan-Nya terentang antara langit dan bumi

Esok harinya…
Ditikamlah lambung-Nya
Darah memancar dari lambung-Nya
Ia dimakamkan
Di dalam sebuah gua batu
Kemudian…
Tubuh-Nya lenyap di gua itu
Ia sudah pergi bertemu murid murid-Nya
Lalu Ia naik ke surga
Hanya sebuah pesan disampaikan kepada murid murid-Nya
Ia utus murid murid-Nya

Huh…
Mengapa ini harus terjadi?
Sadarkah mereka siapa yang disalibkan?
Yang dijanjikan Allah
Turun ke Bumi
‘Tuk selamatkan umat manusia
Kalian tahu?
Kita pun seperti mereka
Mula-mula setia
Kemudian ingkar janji
Kini hanya ada sebuah tanya?
Siapa yang semestinya disalibkan?
Ia diserahkan nyawa-Nya
‘Tuk tebus dosa umat manusia
Sering kali kita lukai hati-Nya
Dengan kesalahan yang diperbuat
Bagaimana, kawan?
Pikirkanlah, kawan!

Jakarta, 29 Maret 2010
Last Updated on Monday, 13 June 2011 10:46

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar